Benchmarking Study Visit to Learn about Quality Assurance to Universiti Malaya Malaysia

[Jatinangor, 07 Agustus 2023] Setelah sukses dengan kegiatan seminar dan FGD “FEB Unpad International Quality Benchmarking 2023” pada tanggal 11-12 Juli 2023 yang lalu, kali ini delegasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad beserta ketua Satuan Penjaminan Mutu Unpad melakukan kunjungan studi banding ke Quality Management and Enhancement Centre (QMEC) University Malaya. Quality Management and Enhancement Centre (QMEC) University Malaya merupakan sebuah unit khusus di Universiti Malaya yang memiliki tugas untuk mengelola kegiatan penjaminan mutu dan peningkatan yang berkaitan dengan proses inti Universitas.

Kunjungan studi banding ke Universiti Malaya yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 Agustus 2023 bertempat di Ruang Rapat QMEC Gedung Chancellery Universiti Malaya Kuala Lumpur Malaysia bertujuan untuk melihat langsung bagaimana proses penjaminan mutu dilaksanakan di level Universitas dan di level Fakultas.

Pada sesi pertama, delegasi dari Universitas Padjadjaran disambut oleh tim QMEC University Malaya yang diwakili oleh Direktur  QMEC Prof. Ts. Dr. Rafidah Md Noor, Head Compliance and Capacity Building Division Prof. Madya Dr. Amalina Muhammad Afifi, Head Analytical and Quality Enhancement Division Dr. Ng Siew Cheok, serta staff administrasi QMEC lainnya. Prof. Rafidah menyampaikan tentang sistem penjaminan mutu di Universiti Malaya serta, capaian-capaian mutu baik akreditasi maupun rekognisi masional dan internasional.

Prof. Rafidah menekankan bahwasanya capaian UM didasarkan pada core values POISE yang dimiliki dan diinternalisasi pada setiap civitas akademika UM. Nilai POISE (Passion, Oneness, Integrity, Sincerity, Empathy) merupakan dasar dari budaya mutu yang melekat pada setiap warga UM.

Capaian-capaian UM dalam hal perangkingan diantaranya masuknya UM dalam QS-WUR (#65), QS-WUR Asia (#9), QS-WUR South East Asia (#3), THE (301-350), THE Asia (55), THE Impac Ranking (201-300), UI Green Metric (50), Myra (5), Mymohes (54). Capaian UM lainnya dalam hal akreditasi adalah akreditasi internasional program studi melalui IChemE, RSC, RICS, Royal Institute of British Architects (RIBA), AACSB, Washington Accord, AMBA, Royal College of Surgeons, Royal College of Pathologists, serta akreditasi internasional lainnya.

Dalam hal penjaminan mutu, UM membangun core process-nya didasarkan pada ISO 9001:2000 pada tahun 2022 dan dipelihara hingga saat ini. Hal yang menarik yang disampaikan oleh Prof. Rafidah, bahwasanya UM diberikan kewenangan untuk dapat melakukan akreditasi mandiri untuk setiap program studi yang ada di lingkungannya. Hal tersebut dapat dilakukan karena tidak lain berkat sistem penjaminan mutu yang telah excellent.

Setelah sesi dengan QMEC, kegiatan studi banding dilanjutkan dengan kunjungan ke unit kerja fakultas untuk melihat bagaimana pelaksanaan penjaminan mutu di level fakultas. Kali ini delegasi dari Universitas Padjadjaran mengunjungan pelaksanaan penjaminan mutu di Faculty of Arts and Social Science (FASS) Universiti Malaya.

Hadir dalam diskusi diantaranya, Dekan FASS Datuk Prof. Dr. Danny Wong Tze Ken, Deputy Dean (Postgraduate Studies) Prof. Dr. Hamedi Mohd Adnan, Deputy Dean (Undergraduate Studies) Assoc. Prof. Dr. Firuza Begham Mustafa, Deputy Dean (Research) Assoc. Prof. Dr. Helena Muhamad Varkkey, serta beberapa staff administrasi FASS UM.

Hal menarik dari diskusi dengan pihak manajemen FASS UM, bahwasanya FASS UM tidak dibebani dengan target akreditasi internasional dan publikasi jurnal internasional. Hal tersebut didasarkan bahwa setelah dilakukan analisis kekuatan oleh pihak Universitas terhadap FASS UM, diperoleh bahwasanya FASS UM memiliki kekuatan dalam hal penerbitan buku dan kuat dalam hal student body mahasiswa internasional. Sehingga target kualitas yang dibebankan kepada FASS UM diantaranya adalah target buku dan income generator.

Pelajaran utama yang diperoleh dari hasil kunjungan ini adalah bahwasanya internalisasi budaya mutu terhadap civitas sangat penting dilakukan, karena apabila setiap individu telah memiliki nilai-nilai internal maka mereka akan berkontribusi terhadap capaian mutu. Pelajaran kedua adalah, pembebanan target mutu terhadap unit-unit dilakukan dengan melihat analisis kekuatan dan kelemahannya sehingga target mutu tidak dapat disama ratakan antara unit satu dengan lainnya.

Scroll to Top